Thursday, February 18, 2016

Quote of the day

"The problem is not the problem. The problem is your attitude about the problem" 
- Jack Sparrow (Pirates of the Caribbean)


Saturday, February 13, 2016

Serial Petualangan Sherlock Holmes

Serial Petualangan Sherlock Holmes

Sherlock Holmes.
Pertama kali saya baca kisah detektif kondang ini di Majalah Kawanku. Berbentuk cerpen, tiap satu terbitan majalah memuat satu kasus.

Setelah itu, selama bertahun-tahun, saya banyak membaca berbagai buku Sherlock Holmes keluaran berbagai macam penerbit. Dari keluaran penerbit terkenal yang cakupannya nasional, sampai keluaran penerbit-penerbit lain / lokal yang namanya jarang terdengar. Rata-rata buku Sherlock Holmes yang saya baca berbentuk novel. Tapi ada juga yang berbentuk komik manga Jepang, yang menurut saya (cuma menurut saya lho...) agak kurang pas penggambarannya.

Dari semua buku Sherlock Holmes itu, yang saya suka adalah serial Petualangan Sherlock Holmes dengan ilustrasi oleh Eric Kincaid. Tidak ada yang istimewa dengan ceritanya. Cerita dalam buku-buku ini juga banyak dimuat dalam buku-buku Sherlock Holmes lainnya. Tetapi saya suka sekali dengan ilustrasi-ilustrasi yang ada di dalamnya. Bukunya sendiri tidak terlalu tebal, hanya sekitar 30an halaman tiap bukunya. Ukurannya lumayan besar, hampir sama dengan ukuran komik-komik Eropa. jenis kertasnya juga bagus, tebal dan mengkilap.Tiap buku hanya memuat satu kasus. Sayang sekali hanya ada lima buku dalam seri ini :
  1. Skandal di Bohemia
  2. Pria dengan Bibir Terlipat
  3. Sabuk Berbintik
  4. Ritual Musgrave
  5. Kasus Terakhir

Saturday, February 6, 2016

Pemeliharaan Kesehatan Gigi Anak



Gigi anak merupakan bagian tubuh yang hidup, seperti juga anggota tubuh lainnya, walaupun tampak seperti benda keras

Gigi sering terancam oleh kebiasaan buruk dan menu makanan yang memungkinkan mulut menjadi asam. Kondisi ini menjadi suatu lahan yang subur bagi berkembangnya bakteri, sehingga terjadi karies gigi/gigi berlubang atau yang sering disebut “gigis”. Hal ini terjadi karena email (lapisan gigi yang paling luar) rontok akibat kontaminasi oleh asam

Asam tersebut dibentuk oleh bakteri mulut dari karbohidrat yang masuk berupa makanan manis dan gula. Untuk itu, penting menjaga kondisi mulut tetap normal, yang berarti memelihara keseimbangan asam dan basa. Asam diproduksi dalam beberapa menit, dan efek pada saliva dimulai dalam 15 – 20 menit.

Usia 0 – 6 bulan
  1. Pertumbuhan gigi belum ada
  2. Cara memelihara kesehatan mulut adalah dengan membersihkan gusi dan lidah dengan kassa bersih dan air hangat. Dilakukan setelah menyusu. Tindakan ini untuk membersihkan sisa-sisa susu yang menempel pada gusi dan lidah. Ini merupakan awal perawatan kesehatan gigi anak
  3. Hal yang harus diwaspadai : adanya infeksi jamur (seperti buih susu berwarna putih), melekat pada jaringan lunak mulut. Saran : bersihkan mulut bayi dengan kain kassa steril/kapas, dibasahi air hangat. Olesi jaringan mulut dengan gentian violet memakai cotton bud. Rujuk ke puskesmas bila tidak sembuh
Usia 6 – 12 bulan
  1. Pertumbuhan 8 gigi anterior rahang atas dan rahang bawah
  2. Setelah tumbuh gigi, sikatlah gigi bayi dengan sikat paling lembut sedikitnya 1 kali sehari tanpa pasta gigi dengan posisi kepala bayi di pangkuan ibunya
  3. Telah disebutkan sebelumnya bahwa kondisi asam dalam mulut yang menyebabkan gigis. Maka, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menghindari/menghilangkan kebiasaan buruk, seperti ngemut makanan terlalu lama dan ngedot susu formula maupun ASI saat malam hari sebelum tidur. Kedua kondisi tersebut memungkinkan mulut dalam kondisi asam terlalu lama, tanpa memberikan kesempatan produksi saliva (basa) yang membantu menetralisirnya. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak di segala usia dalam pertumbuhannya.
  4. Hal yang harus diwaspadai : karies botol susu. Saran : susuilah anak dengan ASI, kalau terpaksa harus pakai susu botol jangan memakai gula, agar anak nantinya tidak terlalu suka permen. Juga harus menghindari pemberian susu botol/ASI sampai anak tertidur
  5. Seringkali orang tua tidak tahu bahwa menggosok gigi / membersihkan mulut anak sebelum tidur tidak ada gunanya bila setelah itu ibu juga memberi susu kepada anak dengan alas an kenyamanan (mudah tidur)
  6. Maka : Hindari kebiasaan minum susu sebelum tidur meskipun gigi sudah dibersihkan/disikat. Susu akan meningkatkan keasaman mulut, yang membuat bakteri perusak gigi lebih mudah berkembang. Sebaiknya memberikan susu di pagi dan siang hari, saat anak banyak beraktivitas
  7. Jika anak biasa ngedot/minum susu sebelum tidur, sebaiknya ganti susu dengan air putih. Jika anak belum terbiasa, sebaiknya campurkan susu sedikit dengan air putih yang banyak
  8. Hindarkan anak dari kebiasaan ngemut makanan terlalu lama. Kebiasaan ini juga meningkatkan keasaman dalam mulut. Berikan makanan saat anak benar-benar lapar dan dalam takaran sedang. Secara psikologis anak tidak merasa terbebani dengan menu yang berlebihan. Jika perlu beri makan saat ia bermain, sehingga lebih mudah mengunyahnya. Untuk mengubah perilaku anak, tentu saja harus secara bertahap dan perlu kesabaran orang tua.
  9. Kebiasaan tersebut harus terus dilakukan hingga gigi-geligi anak tumbuh. Pada suatu saat, ketika gigi sudah semakin banyak, anak perlu diperkenalkan dengan sikat gigi secara bertahap
Usia 12 – 24 bulan
  1. Gigi geraham mulai tumbuh, dan pada usia 18 – 24 bulan semua gigi sulung telah tumbuh lengkap
  2. Hal yang harus diwaspadai : karies gigi geraham. Saran : bersihkan gigi setelah makan atau minum susu. Bila ada gigi berlubang, bersihkanlah lubang pada gigi. Rujuk ke dokter gigi/Puskesmas. Hindari jajanan yang manis dan lengket di antara waktu makan, yaitu di antara makan pagi dan siang, juga di antara makan siang dan malam
  3. Bila gigi atas dan bawah sudah tumbuh lengkap, dan anak bisa berjalan, sebaiknya latih anak menyikat gigi dengan air matang. Menyikat gigi harus dibantu ibunya dari belakang. Pasta gigi diperkenalkan setelah anak mahir mengeluarkan busa pasta (biasanya pada usia 2 – 3 tahun), menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride yang tidak manis. Sekalipun anak sudah mahir, ada baiknya hanya memberi sedikit saja setiap menyikat gigi, mencegah pasta gigi tertelan, karena dapat menyebabkan fluorosis (bercak pada gigi). Catatan : Pemberian fluor secara lokal sebaiknya dilakukan segera setelah gigi keluar(erupsi). Gigi yang baru keluar memiliki tubuli (pori-pori) yang masih besar-besar pada mahkota sehingga dapat menyerap fluor lebih banyak.
  4. Pilihlah sikat gigi yang menarik, warna maupun disainnya. Kalau perlu yang berbunyi agar anak tertarik seperti pada mainan. Dengan demikian anak akan mudah diajak berlatih membiasakan diri menyikat gigi
  5. Mengenalkan kebiasaan menyikat gigi tidak selamanya di kamar mandi. Bisa dilakukan di mana saja, yang penting anak benar-benar menikmati
  6. Sikat gigi minimal dua kali sehari, sesudah sarapan dan sebelum tidur
Usia 24 – 36 bulan
  1. Pertumbuhan gigi geraham tetap sudah dimulai
  2. Anak sudah bisa menyikat gigi sendiri. Tetapi anak tetap perlu dibimbing/diawasi untuk tetap menyikat gigi dua kali sehari dengan cara yang benar.
  3. Hal yang harus diwaspadai : Kebiasaan mengisap jari, menggigit bibir bawah, menggigit kuku, dan menggigit benda-benda seperti pensil. Kebiasaan ini akan menimbulkan posisi gigi depan anak maju ke depan atau “tongos”. Saran : susuilah bayi sedikitnya sampai umur 2 tahun. Bila sampai usia 3 tahun masih menghisap ibu jari, dianjurkan : a) Ibu lebih memperhatikan anaknya, b) Olesi jari dengan bahan pahit yang tidak beracun, misalnya brotowali/kina
Cara menyikat gigi anak
  1. Kumur-kumur sebelum menyikat gigi
  2. Untuk Balita, siapkan sikat gigi kecil dan pasta gigi yang mengandung Fluor. Banyaknya kurang dari setengah centimeter
  3. Sikatlah semua permukaan gigi atas dan bawah dengan gerakan maju mundur dan pendek-pendek (1 – 2 cm) selama kurang lebih 2 menit : a) Sikat seluruh bagian luar gigi atas, b) Sikat seluruh bagian luar gigi bawah, c) Sikat seluruh bagian dalam gigi atas dan bawah. Arahkan sikat dari atas ke bawah untuk gigi rahang atas, dan dari bawah ke atas untuk gigi rahang bawah, d) Jangan lupa sikat seluruh permukaan gigi atas dan bawah yang dipakai untuk mengunyah
  4. Setelah permukaan gigi selesai disikat, kumurlah satu kali saja (maksimal 3 kali) agar sisa Fluor masih ada di gigi.
  5. Bersihkan sikat gigi dengan air dan simpanlah sikat gigi tegak, dengan posisi kepala sikat gigi berada di atas
  6. Sikatlah gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari : pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur
Jika anak sudah beranjak besar, anak bisa diberi pasta gigi khusus anak. Anak masih perlu diawasi setiap kali menyikat gigi, hingga setidaknya berusia 5 tahun. Hal ini untuk memastikan bahwa ia tidak melewatkan menyikat seluruh sela gigi atau menelan pasta gigi yang digunakan.(catatan : dosis Fluor yang terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan gastri-intestinal sampai toksisitas). Biasanya, dalam perkembangan anak, pada usia 5 tahun anak sudah bisa diandalkan untuk melakukan rutinitas dengan benar.

Bagi anak yang belum mampu berkumur dengan baik, gunakan tisu atau kain lembut untuk membersihkan sisa pasta gigi sebagai pengganti air

Hal-hal yang perlu diperhatikan
  1. Kandungan gula dalam makanan merupakan penyebab utama gangguan gigi. Jadi sebaiknya kurangi jumlah dan frekwensi makanan sela/snack berupa roti, permen, makanan ringan, dan minuman yang mengandung gula. Juga makanan yang lengket seperti coklat. Jenis-jenis makanan tersebut boleh diberikan sewajarnya dan hindari menyimpan dalam jumlah berlebih di rumah.
  2. Hindari/batasi minuman yang mengandung soda. Gula yang terdapat pada soda sangat merusak gigi, sedangkan penambah rasa yang terdapat di dalamnya dapat mengikis dan merusak email gigi. Bila minum soda gunakan sedotan untuk mengurangi kontak antara soda dan gigi. Setelah minum, segera kumur dengan air untuk mengurangi kerusakan gigi
  3. Sebagai ganti berikan keju, serta buah-buahan/jus dengan gula secukupnya sebagai makanan sela.
  4. Jangan menindik lidah. Dapat tergigit pada waktu tidur, makan, ngobrol. Bisa menimbulkan infeksi. Pada sejumlah kasus, infeksi itu menyebabkan lidah menjadi bengkak dan mengganggu pernapasan
  5. Membawa sikat gigi bila pergi. Sering berkumur atau minum air putih untuk membantu mengurangi bakteri dan sisa makanan
  6. Ke  dokter gigi 6 bulan sekali
Kapan anak perlu dibiasakan untuk mengunjungi Dokter Gigi ?

Biasanya hal ini baru dilakukan setelah gigi anak dapat masalah atau sakit, sehingga dirasa perlu mendapat perawatan dokter gigi. Hal ini merupakan pendapat yang salah. Kunjungan berkala ke dokter gigi termasuk dalam salah satu perawatan gigi yang baik. Dianjurkan, agar kunjungan pertama anak ke dokter gigi dilakukan setelah usia anak 3 tahun. Pada usia ini, secara psikis anak mulai memahami manfaat berkunjung ke dokter gigi. Sebisa mungkin membawa anak bertemu dokter gigi ketika giginya tidak sakit. Setelah kunjungan pertama, disarankan agar anak control setiap 6 bulan sekali

Pada kunjungan pertama, saat gigi anak tidak dalam keadaan sakit. Cara ini untuk menghindari trauma dan membiasakan anak dengan suasana ruang klinik gigi atau praktek dokter gigi. Bisa saja orang tua mengajak anak hanya sekedar untuk kontrol/konsultasi, tanpa tindakan medis. Sehingga anak merasa gembira

Bila anak sakit gigi (tidak terlalu berat), beberapa jenis obat bebas cukup menolong sebelum sempat mendapat tindakan medis atau dibawa ke dokter gigi. Berikan tablet Paracetamol 250 mg satu kali saja (hanya untuk anak yang usianya di atas 5 tahun. Di bawah usia 5 tahun tetap harus dengan resep dokter). Tablet jangan sampai mengenai bagian yang sakit agar tidak menimbulkan sengatan kimia pada jaringan gusi (catatan : penggunaan Paracetamol pada dosis besar/jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati atau liver).

Kesimpulan :
Peran utama perawatan kesehatan gigi anak dipegang oleh orang tua serta menjadi tanggung jawab orang tua. Penanganan secara medis oleh dokter gigi hanya merupakan rangkaian dan usaha mencapai mutu kesehatan gigi anak. 

(dari berbagai sumber)