Tuesday, January 19, 2016

Quote of the Day

"If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales."
- Albert Einstein

Saturday, January 16, 2016

Haruskah Geraham Bungsu Dioperasi ?



Geraham bungsu, sering disebut “wisdom teeth”, atau istilah medisnya gigi molar ketiga, adalah gigi dewasa/tetap yang terakhir tumbuh. Jumlahnya maksimal 4 gigi. Letaknya di ujung paling belakang. Tidak semua orang memiliki gigi ini. Geraham bungsu biasanya tumbuh pada usia 17 – 25 tahun. Pada saat tumbuh, rasa sakit sakit yang timbul biasanya luar biasa dan sering diikuti dengan adanya pembengkakan gusi. Bahkan terkadang ada kesulitan untuk membuka mulut.

Gigi Impaksi

Gigi impaksi (impacted teeth) adalah gigi yang mengalami kesukaran / kegagalan erupsi, sehingga tidak bisa tumbuh sama sekali atau hanya tumbuh sebagian. Paling sering dijumpai pada geraham bungsu, walaupun kadang2 juga terjadi pada gigi lainnya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti kelainan posisi gigi, kekurangan tempat, terhalang oleh gigi lain, tertutup tulang yang tebal dan atau jaringan lunak di sekitarnya.
Pertumbuhan gigi dan rahang untuk tiap orang tidak sama. Dipengaruhi antara lain oleh faktor herediter atau keturunan. Misalnya, seorang ayah dengan rahang dan gigi berukuran besar dan seorang ibu dengan rahang dan gigi berukuran kecil, dapat menghasilkan anak dengan rahang kecil tetapi ukuran giginya besar. Akibatnya gigi-geligi kekurangan ruangan sehingga tumbuh berjejal, atau bahkan mengalami kondisi impaksi.

Sumber : www.healthysmiles.com.au



Akibat gigi impaksi

Secara umum, gigi impaksi dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan gusi, kekakuan rahang, dan bau mulut. 
Pada impaksi sebagian, akibat yang sering timbul antara lain mudah terselipnya sisa makanan, sehingga timbul gigi berlubang, baik pada gigi tersebut maupun pada gigi di sekitarnya. Bila dibiarkan, lama-kelamaan dapat terjadi infeksi atau peradangan pada gigi dan gusi. Infeksi ini dapat berkembang menjadi kista atau tumor pada gigi.
Gigi impaksi – baik impaksi sebagian maupun  seluruhnya – juga dapat membuat ‘syaraf terjepit’ yang menimbulkan gejala-gejala seperti migren (sakit kepala sebelah), leher/tengkuk dan bahu terasa pegal, gangguan kulit, serta adanya keluhan pada telinga seperti sakit, panas, atau berdengung.

Haruskah geraham bungsu dicabut?

Pada sebagian orang, gigi ini dapat tumbuh dengan baik sehingga tidak perlu dicabut. Tetapi, bila impaksi geraham bungsu bermasalah harus segera diambil. Penggunaan obat antibiotik dan anti nyeri tidak menyembuhkan, melainkan hanya menghilangkan gejala sementara. Tindakan pengambilan geraham bungsu ini, adalah suatu prosedur operasi kecil (minor surgery), yang disebut odontektomi. Waktu yang ideal untuk tindakan odontektomi adalah setelah akar gigi terbentuk sepertiga atau kira-kira pada usia 16 – 18 tahun. Pada usia ini proses penyembuhan akan lebih baik dibandingkan apabila tindakan dilakukan pada usia yang lebih tua.

Recovery (pemulihan) 

Setelah odontektomi, biasanya pasien akan mengalami rasa tidak nyaman atau sakit, kekakuan, disertai pembengkakan selama 4 – 10 hari. Kadang-kadang timbul kesulitan untuk membuka mulut dan demam. Hal ini adalah normal dan tidak perlu dikhawatirkan, mengingat proses pengambilan gigi yang cukup sulit.
Masalah lain adalah timbulnya perdarahan. Hal ini terjadi biasanya karena pasien tidak mematuhi instruksi yang diberikan oleh dokter gigi, misalnya untuk tidak sering meludah, berkumur, atau merokok. Biasanya pasien tidak menyadari, hal-hal tersebut dapat menyebabkan lepasnya penyumbatan pembuluh darah sehingga timbul perdarahan. Bila instruksi dari dokter gigi dipatuhi, maka perdarahan dapat dicegah.

(diambil dari berbagai sumber)

Friday, January 8, 2016

I Feel the Start of Something New

"And suddenly you know... It's time to start something new and trust the magic of beginnings."
- Meister Eckhart